Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Fulawan Kabupaten Simeulue, resmi menerima sarana penting, berupa satu unit armada Mobil Tanki Air bersih, dengan kapasitas 5.000 liter.
Selain armada bergerak satu unit mobil tanki air, juga satu unit bangunan rumah untuk mesin genset Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Sefoyan, serta satu unit mesin Genset 65 Kilo Volt Ampere (KVA).
Tiga jenis sarana vital untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Fulawan itu, bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (Doka) tahun 2025, dengan total anggaran senilai Rp1.071.838.200.
Dengan rincian untuk Armada Mobil Tanki Air senilai Rp636.773.900. Kemudian satu unit bangunan rumah untuk mesin genset Instalasi Pengolahan Air (IPA) senilai Rp175.064.300 dan terakhir mesin Genset 65 Kilo Volt Ampere (KVA) senilai Rp260.000.000.
Resmi serah terima barang dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, (PUPR) Kabupaten Simeulue kepada PDAM Tirta Fukawan, turut disaksikan dan langsung dilakukan uji coba armada mobil tanki, oleh Bupati Mohammad Nasrun Mikaris dan Wabup Nusar Amin serta Sekda Asludin.
Terkait serah terima aset penting yang digelar di Kantor Bupati setempat, hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Simeulue, Zulfata, kepada Harian Rakyat Aceh, Jumat 26 September 2025.
"Hari ini PUPR Kabupaten Simeulue, resmi serah terima barang sarana dan fasilitas penting PDAM Tirta Fulawan. Serah terima barang itu, disaksikan dan langsung dilakukan uji coba armada mobil tanki air oleh pak Bupati dan Wabup," kata Zulfata.
Sedangkan Fikrianto, Dirut PDAM Tirta Fulawan Kabupaten Simeulue juga berharap untuk setiap tahunnya ada penambahan sarana dan fasilitas lainnya untuk kepentingan air bersih, termasuk jaringan pipa bawah tanah, sehingga tidak tersendat suplay kebutuhan air bersih kepada konsumen.
"Alhamdulillah, PDAM Tirta Fulawan mendapat fasilitas yang sangat penting. Kita berharap semoga setiap tahunnya ada penambahan fasilitas, termasuk jaringan pipa bawah tanah," kata Fikrianto.
Diketahui sebelumnya yang perna diberitakan Harian Rakyat Aceh, pada 17 Februari 2025 lalu, bahwa fasilitas sarana dan prasarana milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Fulawan Kabupaten Simeulue, sekitar 60 persen telah mengalami kerusakan sehingga menjadi faktor gangguan utama untuk suplay air bersih untuk konsumen.
Kerusakan fasilitas PDAM Tirta Fulawan itu, disebabkan karena faktor usia sehingga banyak yang telah lapuk dan bocor serta diperparah lagi, banyak jaringan pipa air yang terhimpit dan dicekik oleh akar pohon pelindung milik pemerintah, maupun pohon liar lainnya.
Saat ini PADM Tirta Fulawan mengoperasikan dan mengandalkan fasilitas yang dipasang pada tahun 2004-2008 silam, sehingga untuk menormalkan kembali membutuhkan anggaran besar sekitar Rp25 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar