Jumat, 23 Oktober 2026

Jaringan Uzur, Perlu dana Rp 66 Miliar Ganti Total Pipa


Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Fulawan Kabupaten Simeulue membutuhkan anggaran Rp66 miliar lebih untuk mengganti total seluruh jaringan pipa bawah tanah dan permukaan tanah. Penggantian dinilai mendesak karena jaringan yang ada merupakan produk tahun 1985 dan pascagempa 2004. 

Kerusakan dan kebocoran terjadi hampir setiap hari. Plt Direktur , Fikrianto mengatakan penggantian total akan menjamin suplai air bersih tidak macet lagi.

JARINGAN UZUR, KERUSAKAN TERJADI HAMPIR SETIAP HARI

Fikrianto menjelaskan jaringan pipa PDAM Tirta Fulawan sudah sangat uzur. Tingkat kerusakan dan kebocoran sangat tinggi. Setiap hari dipastikan ada perbaikan pada jaringan. Selain usia, jaringan juga rusak akibat ditembus akar pohon besar. Bencana banjir dan longsor turut memperparah kondisi. 

Setiap harinya sudah dipastikan ada kerusakan dan kebocoran. Untuk antisipasinya kita gerilya mencarinya dan kemudian kita tambal. Jaringan milik PDAM Tirta Fulawan yang digunakan saat ini merupakan produk pada tahun 1985 dan 2004 lalu, ujar Fikrianto.

Untuk menjaga kelancaran suplai air kepada konsumen, manajemen PDAM Tirta Fulawan melakukan sistem gerilya. Petugas mencari kerusakan dan kebocoran setiap hari. Setelah ditemukan, jaringan diperbaiki dengan cara tambal sulam. 

Cara itu dinilai tidak efisien karena kerusakan terus berulang. Risiko macet suplai air bersih pun tidak dapat dihindari. Gangguan dapat terjadi setiap 24 jam.

DIPERLUKAN DANA Rp.66M UNTUK GANTI TOTAL

Fikrianto menyebut ganti total seluruh jaringan membutuhkan anggaran Rp66 miliar lebih. 

"Ganti total seluruh jaringan pipa bawah tanah dan permukaan tanah milik PDAM Tirta Fulawan ini membutuhkan anggaran Rp66 miliar lebih. Bila ini terwujud dapat kita jamin suplai air bersih tidak macet lagi" kata Fikrianto kepada SeputarAceh.id, Selasa 20 Oktober 2026. (https://seputaraceh.id/pdam-simeulue-butuh-rp66-miliar-ganti-total-pipa/)

Dengan jaringan baru, gangguan suplai air bersih dapat ditekan. Masyarakat Simeulue akan memperoleh layanan air minum yang lebih andal. 

PDAM Tirta Fulawan berharap pemerintah daerah dan pusat mendukung kebutuhan anggaran tersebut. Perbaikan tambal sulam dinilai tidak lagi efektif. Penggantian total menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan air bersih berjalan lancar.

JUMLAH PELANGGAN AKTIF SAAT INI 1.890 PELANGGAN DARI 4.800 YANG TERDAFTAR.

Saat ini jumlah pelanggan PDAM Tirta Fulawan mencapai 4.800 pelanggan (per tanggal 23-10-2026). Pelanggan tersebar di sejumlah kecamatan. Rinciannya, pelanggan aktif sebanyak 1.890 pelanggan dan pelanggan non-aktif sebanyak 2.910 pelanggan. 

Sumber Data: https://www.fulawan.my.id/p/pelanggan.html

Tingginya jumlah pelanggan non-aktif diduga berkaitan dengan gangguan suplai air. Banyak warga beralih ke sumber air lain karena layanan tidak maksimal.

Fikrianto berharap ganti total jaringan dapat meningkatkan jumlah pelanggan aktif. Layanan air bersih yang lancar akan mendorong warga kembali menggunakan PDAM. Pemerintah daerah diminta memprioritaskan perbaikan infrastruktur air minum.

Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan jaringan baru, PDAM Tirta Fulawan dapat meningkatkan pelayanan.

Penggantian total jaringan pipa menjadi solusi yang dinilai paling tepat. Kerusakan yang terus berulang membuat biaya perbaikan membengkak. Anggaran Rp66 miliar dibutuhkan untuk mengganti seluruh jaringan bawah tanah dan permukaan tanah. 

PDAM Tirta Fulawan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Harapannya kebutuhan anggaran dapat segera terpenuhi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar